Lebih Berkonsep, Rumah Hantu ini Bukti Keseriusan JAKK



Muhammad Fauzan Aziz || 5 Nov 2014

JAKARTA, GANLOB.COM – Dari beragam wahana di Jakarta Halloween Festival, rumah hantu besutan komunitas JAKK ini menjadi yang paling banyak dipadati pengunjung pada malam itu (31/10).

Dalam event tersebut, JAKK membuat dua rumah hantu dengan konsep berbeda, satu rumah hantu bergenre splatter dengan tajuk
“Dead’s Man Landing” dan rumah hantu bergenre japanese horror dengan judul “Akuma No Juukyo atau The Demon’s Den”.

Aruga Perbawa Rizqi, Public Relation dari komunitas rumah hantu Jakarta ini mengaku jika kedua rumah hantu ini memiliki konseptor yang berbeda, “Untuk  konseptor Dead’s Man Land itu adalah Boim, dan konseptor untuk Akuma no Juukyo sendiri adalah gua,” ujar Aruga.

Cerita berawal dari teman se-geng yang sedang berlibur dan tiba-tiba menemukan abandoned warehouse. Karena memiliki selera
yang agak “melenceng”, akhirnya teman se-geng ini mengubah abandoned warehouse tersebut menjadi rumah penjagalan.

Plot tersebutlah yang mendasari rumah hantu Dead Man’s Landing ini lahir. Dengan genre splatter, rumah hantu ini mengkombinasikan properti berbentuk bagian tubuh manusia lengkap dengan special effect untuk kesan violence dan gore.

“Mulai dari coret-coretan, brainstorming sampai eksekusi, Dead Man’s Landing ini membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 2,5 bulan,” ujar Aruga mengawali perbincangan kami.

Boim, selaku konseptor Dead Man’s Landing memang memiliki kemampuan lebih dibidang make up special effect, makanya rumah hantu ini memang dominan dalam hal special effect-nya yang bengis dan sukses membuat orang mual.

“Untuk make up-nya, Divisi Special Effect JAKK memakai latex cair, pasta stroberi, dan bubuk kakao untuk efek darah, nanah dan luka yang terlihat lebih riil,” ungkap pria berkumis tipis ini.

Mengenai alasan pemilihan Dead Man’s Landing sebagai konsep, Aruga berujar, “Sebenernya pemilihan Dead Man’s Landing ini dimaksudkan untuk memberitahu customer jika kami tuh enggak hanya membuat wahana menyeramkan saja, tetapi ada cerita juga dibaliknya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar